Selasa, 06 Oktober 2015

Tepung Crispy a la Saya


From : http://sekedarcatatan.net


Setelah berapa kali mengalami kegagalan dalam membuat lauk gorengan yg diberi tepung crispy entah itu dengan menggunakan tepung bumbu siap pakai atau dengan menggunakan adonan tepung sendiri sesuai saran teman2 atau resep2 di internet,, akhirnya nemu juga takaran yg cukup pas untuk saya membuat tepung crispy sendiri. Awalnya saya mengikuti anjuran resep dari sini saat saya mencari2 resep untuk membuat chicken gangjong seperti yg dijual di Lo***ria. Kemudian untuk penggunaan selanjutnya saya modifikasi sendiri sesuai keinginan saya.

Ini adalah resep tepung crispy ala saya.
Bahan :
1 cup tepung terigu serba guna
1 cup tepung sagu
Garam
Lada
Kaldu bubuk bila suka

Atau kadang2 saya campur dengan tepung bumbu yg dijual di pasaran untuk mendapatkan rasa yg lebih kaya, misal bila gorengan hanya sebagai lauk yg digoreng saja tanpa dibumbuin lagi (dikasih saus asam manis ato semacamnya)
Sedangkan apabila gorengan akan diberi bumbu lanjutan..maka saya gunakan adonan tepung basic saja dengan tambahan garam dan lada. Dengan bahan yang simple, dan cukup campur2 saja jadilah gorengan crispy andalan kalo saya memasak. Hehee…Buat saya itu sudah cukup memberi rasa yg sederhana tp sudah enak.

Dengan adonan tepung ini saya bisa gunakan untuk membuat berbagai macam makanan untuk lauk di rumah. Hasilnya lumayan..cukup crispy dan mampu bertahan dalam waktu yg agak lama aka gak cepet melempem. Jadi sekarang saya selalu menyediakan campuran tepung ini di rumah sehingga setiap akan membuat gorengan tinggal tabur2 saja pada bahan lalu goreng deh. Praktis kan J

Silakan mencoba…..

BERKAH


From : https://dinalislam1.wordpress.com

Berkah..menurut saya berarti sesuatu yang sedikit tapi bisa memberikan banyak manfaat. Misal berkah dari sisi materiil, gaji, uang, seseorang yang gajinya kecil tapi karena dia mendapatkan gajinya itu dengan cara yang halal, disertai dengan sikap positif yang selalu pasrah, doa, dan berserah kepada Alloh..maka apa yang kita peroleh akan terasa cukup digunakan untuk memenuhi kebutuhan kita, memberikan rasa tenang, damai, kita juga in shaa Alloh akan diberi kesehatan dari memakan makanan halal yang kita beli dengan uang gaji kita..etc.
Padahal mungkin secara logika atau berdasarkan perhitungan matematis sekalipun..mungkin dengan gaji yang hanya sekian itu sepertinya tidak akan cukup untuk memenuhi semua kebutuhan kita..well..Alloh memang Maha Segalanya.
Belajar dari seseorang yang sering saya perhatikan apa2 yang dilakukannya. (Maaf..ini bukan bermaksud menjelek2kan orang tersebut, hanya bermaksud untuk mengambil hikmah dari perbuatannya,,menurut pemikiran saya sendiri tentu saja)
(Lumayan) Sering kalo saya perhatikan dia itu meninggalkan kantor di saat jam kerja tentu saja. Entah alasan ini lah itu lah, yang menurut saya kadang bukan alasan yang penting, dan sangat tidak penting malah…dan entah dia ditegur atasannya atau tidak, nyatanya dia masih cukup sering melakukan hal seperti itu. Hmm..secara finansial..dari luar kelihatan “lebih hijau” karena suami/istrinya berpenghasilan lebih. Sering saya dengan cerita kalau sepertinya hampir setiap minggu dia bisa pergi ke mall. Entah untuk urusan apa, sekedar jalan atau memang perlu membeli sesuatu. Kenapa dia masih saja bisa keluar di jam kerja dengan enaknya ya? Apa gak ditegur sama atasannya? Memangnya dia gak ada yang harus dikerjakan? Padahal kan pekerjaan dia mengharuskan dia setidaknya selalu stand by di ruangannya? Kok bisa santai begitu ya?
Lalu ketika suatu saat saya berkunjung ke ruangan kerjanya..halahhh…kenapa berantakan sekali? Kenapa gak segera dibereskan? Memang nyaman ya bekerja dengan berbagai berkas numpuk di sana sini? Keadaan begini, ini memang pekerjaannya sudah selesai atau bagaimana ya? (Maaf sekali lagi..menurut saya sih tidak “apik”, heee….)
Kesimpulan sementara yang bisa saya tarik dari apa yang saya lihat sih..berarti dengan dia suka pergi di jam kerja itu dia sudah cukup meninggalkan kewajibannya dong. Hati kecil saya mengatakan kalau yang selama ini dia lakukan adalah salah. Pernah saya bahas ini dengan teman saya yang lain yang Alhamdulillah sepaham dengan “prinsip keberkahan” ala saya.
Di sisi lain saya sering pula mendapati kabar bahwa istrinya sakit, suaminya sakit, kemudian  baru dua minggu ganti anaknya yang sakit lah. Padahal secara jasmani sepertinya dia lebih gemuk dari saya (bukan gemuk model obesitas gitu sih..sedangkan saya kan kurus :P )
Apakah dengan sakit2nya itu pertanda bahwa rejeki yang dia peroleh itu kurang “BERKAH”? Atau inikah yang dinamakan “ISTIDRAJ”? Bahwa Alloh memberikan ujian di balik kesenangan2 yang dia peroleh, apakah dia akan bisa menyadari bahwa dengan meninggalkan jam kantor tanpa teguran itu adalah suatu kesalahan atau sah2 saja? 
Pertanyaannya sekarang adalah..hidup saya sudahkah mencapai keberkahan itu?
Semoga kita senantiasa bisa mensyukuri nikmat2-Nya, diampuni dosa2 kita, dan selalu bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian yang ada di depan kita.
Aamiiinnn…