![]() |
| From : https://dinalislam1.wordpress.com |
Berkah..menurut
saya berarti sesuatu yang sedikit tapi bisa memberikan banyak manfaat. Misal
berkah dari sisi materiil, gaji, uang, seseorang yang gajinya kecil tapi karena
dia mendapatkan gajinya itu dengan cara yang halal, disertai dengan sikap positif
yang selalu pasrah, doa, dan berserah kepada Alloh..maka apa yang kita peroleh
akan terasa cukup digunakan untuk memenuhi kebutuhan kita, memberikan rasa
tenang, damai, kita juga in shaa Alloh akan diberi kesehatan dari memakan
makanan halal yang kita beli dengan uang gaji kita..etc.
Padahal
mungkin secara logika atau berdasarkan perhitungan matematis sekalipun..mungkin
dengan gaji yang hanya sekian itu sepertinya tidak akan cukup untuk memenuhi
semua kebutuhan kita..well..Alloh memang Maha Segalanya.
Belajar
dari seseorang yang sering saya perhatikan apa2 yang dilakukannya. (Maaf..ini
bukan bermaksud menjelek2kan orang tersebut, hanya bermaksud untuk mengambil
hikmah dari perbuatannya,,menurut pemikiran saya sendiri tentu saja)
(Lumayan)
Sering kalo saya perhatikan dia itu meninggalkan kantor di saat jam kerja tentu
saja. Entah alasan ini lah itu lah, yang menurut saya kadang bukan alasan yang
penting, dan sangat tidak penting malah…dan entah dia ditegur atasannya atau
tidak, nyatanya dia masih cukup sering melakukan hal seperti itu. Hmm..secara
finansial..dari luar kelihatan “lebih hijau” karena suami/istrinya
berpenghasilan lebih. Sering saya dengan cerita kalau sepertinya hampir setiap
minggu dia bisa pergi ke mall. Entah untuk urusan apa, sekedar jalan atau
memang perlu membeli sesuatu. Kenapa dia masih saja bisa keluar di jam kerja
dengan enaknya ya? Apa gak ditegur sama atasannya? Memangnya dia gak ada yang
harus dikerjakan? Padahal kan pekerjaan dia mengharuskan dia setidaknya selalu
stand by di ruangannya? Kok bisa santai begitu ya?
Lalu ketika
suatu saat saya berkunjung ke ruangan kerjanya..halahhh…kenapa berantakan
sekali? Kenapa gak segera dibereskan? Memang nyaman ya bekerja dengan berbagai
berkas numpuk di sana sini? Keadaan begini, ini memang pekerjaannya sudah
selesai atau bagaimana ya? (Maaf sekali lagi..menurut saya sih tidak “apik”,
heee….)
Kesimpulan
sementara yang bisa saya tarik dari apa yang saya lihat sih..berarti dengan dia
suka pergi di jam kerja itu dia sudah cukup meninggalkan kewajibannya dong. Hati
kecil saya mengatakan kalau yang selama ini dia lakukan adalah salah. Pernah
saya bahas ini dengan teman saya yang lain yang Alhamdulillah sepaham dengan
“prinsip keberkahan” ala saya.
Di sisi
lain saya sering pula mendapati kabar bahwa istrinya sakit, suaminya sakit,
kemudian baru dua minggu ganti anaknya
yang sakit lah. Padahal secara jasmani sepertinya dia lebih gemuk dari saya
(bukan gemuk model obesitas gitu sih..sedangkan saya kan kurus :P )
Apakah
dengan sakit2nya itu pertanda bahwa rejeki yang dia peroleh itu kurang
“BERKAH”? Atau inikah yang dinamakan “ISTIDRAJ”? Bahwa Alloh memberikan ujian
di balik kesenangan2 yang dia peroleh, apakah dia akan bisa menyadari bahwa
dengan meninggalkan jam kantor tanpa teguran itu adalah suatu kesalahan atau
sah2 saja?
Pertanyaannya sekarang adalah..hidup saya sudahkah mencapai keberkahan itu?
Semoga kita
senantiasa bisa mensyukuri nikmat2-Nya, diampuni dosa2 kita, dan selalu bisa
mengambil hikmah dari setiap kejadian yang ada di depan kita.
Aamiiinnn…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar