Senin, 14 September 2015

Remember N**ya

Doc : http://www.dreamstime.com
 
Hampir jam setengah3 dini hari..dan aku masih saja belum bisa kembali memejamkan mata setelah terbangun gara2 nyamuk2 yang masih saja berkelana. Musim panas yg masih belum berkesudahan ini ternyata merupakan surga tersendiri bagi para nyamuk2 itu. Hohooo… biarlah mereka menikmati hidup juga.

Sudah kuhabiskan waktu pula untuk membaca apa saja. Dari internet, dari buku. Biasanya aku mudah terlelap saat membaca (*sambil tiduran). Tapi kali ini entahlah..sudah hampir 3 jam ini masih saja terjaga. Sampai aku lapar J

Tapi mau makan apa jam segini? Males sih sebenarnya..jadi kuputuskan untuk menulis saja apa yang sekedar terpikir di kepala.

Tiba2 aku teringat bahwa aku pernah punya teman yang menurutku “sedikit aneh”

Heee…maaf N** J

Aku sedang berusaha jujur mengungkapkan what I feel J (*please correct my English please..i’m newbie in English. Haaahhhh…newbie?? Just because I don’t have an idea when I’ll talk in English)

N**ya Ju**i Astri** (cmiiw..)

Aku pertama kali mengenalnya saat kami sama2 sedang menjalani diklat fungsional sebagai prasyarat untuk menjadi seorang peneliti di institusi tempatku bekerja. Sekilas orangnya terlihat aneh dari sudut pandangku yang seorang introvert dengan tipikal pertemanan yang datar sepertiku. Well…tp dia menarik. Dia cantik, pintar, banyak ide yg cukup “gila” (piss, N** J *angkat dua jari)

Tapi entah..sepertinya aku merasa ada sesuatu yang tersembunyi dari sifat2nya yang aku tdk tau. Ada dua nama yang menghubungkan kami yang masih aku ingat jelas saat tiba2 dia protes krn dua nama itu “A**n” dan “Astri”

“kenapa sih nama2 itu ada di kamu, Mbak?”

Nama yang pertama sensor ya N** J

Tentang nama kedua dia bilang “Aku yg namanya Astri** kok kamu yg emailnya astir***” hahaaa…

Ya mana aku tau kl namamu ada astri-nya :P bla..bla..bla…sampai kami terlibat acara “perseteruan antar wanita” yg lumayan membuat beberapa teman kami memandang heran.

Well.. Itu sekilas cara pertemanan kami waktu itu. Hingga akhirnya kami kembali ke tempat kerja kami masing2. Selanjutnya komunikasi sempat sedikit berjalan beberapa waktu hingga kemudian tidak pernah lagi tau cerita masing2.

Tapi sejujurnya aku cukup penasaran dengan teman baruku yg satu ini. Pernah beberapa waktu mencari2 tau siapa dia coz memang ada yg menarik yg tersembunyi darinya yg aku rasakan selama pertemanan kami yg baru beberapa minggu itu. Aku ingat mulai mencari2 tau profilnya dari facebooknya. Melihat2 foto2 yg ada di albumnya (maaf ya N** aku jadi detektif sesaat, menjadi secret agent untuk sekedar tau siapa dan bagaimana kamu). Aku buka blog-nya, dan hmmm….tulisannya memang cukup aneh dan lagi2 aku tdk bisa menyelami bagaimana dia ini sebenarnya. Hingga sempat ada sebuah nama lagi yg cukup menarik..sahabatnya N**ya yg seorang penulis (#maaf kl tulisanku ini kembali mengingatkanmu padanya karena aku baru tau hari ini kalau dia telah meninggal dunia ##semoga segala amalnya semasa hidup diterima oleh Alloh SWT..)



Pertemanan kami mungkin hanya sampai di situ. Kami tak pernah lagi berkomunikasi, apalagi setelah dia melanjutkan studinya ke luar negeri. Hanya beberapa kali sempat melihat postingan di facebook-nya dan tau kalau anaknya sudah kembali bersamanya. (Maaf N**, aku memang bukan “teman yang baik” yg selalu keep in contact with all friends)

“Sama ibunya juga ikut ke sana kan?” begitu tanyaku pada teman yg lain yg kenal baik dengan N**ya.

“enggak kok,,anaknya dititip di daycare. Dan dia sendiri baru hamil lagi di sana”

“suaminya ikut ke sana juga?”

“enggak, masih di sini”

Wowww…kembali aku terkagum2 dengan sosok ibu muda yang satu ini. Salut buat keberanian dan ketangguhannya. Gak kebayang aku gimana yg menghadapi situasi seperti ini. Bahkan untuk sekedar mencoba mencari jalan untuk mendapatkan beasiswa skul di luar aja aku masih belum yakin dengan kemampuanku sendiri. Salut N**..kamu menginspirasiku untuk bisa menjadi ibu dan teman yg lebih baik lagi.

Dan dini hari ini aku jadi teringat dengan beberapa teman yg kukenal semasa diklat itu. Ada beberapa nama yg cukup dekat dan kami beberapa waktu masih menjalin komunikasi dengan cukup baik setelah diklat itu selesai.

Apa kabar Tirta, Mbah…(haduhh…jangan amnesia lagi..jangan..jangan..pleaseee,,,try to remember one name from Papua without checking on fb. Yess…I got it..Mbah To), Mas Tomo, Mbak Lilyk.

Kusapa kembali mereka…

From N**ya, I’ve been inspired ‘bout a mean of friendship.

Tetap menjalin silaturahmi itu memang perlu.



Serpong, 9th of September, 2015
#latepost
End..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar